DESA MASAWAH

  • Images 1
  • Images 2
  • Images 3
  • Images 4
Latest Post

MASAWAH – Udang besar atau biasa disebut lobster merupakan komoditi laut paling menjanjikan, selain kandungan vitaminnya yang tinggi, rasanya yang begitu lezat, lobster sangat difavoritkan bagi penikmat masakan seafood sehingga mempengaruhi harga jualnya.

Karena harganya yang bisa dibilang mahal, banyak nelayan yang mencoba mendapatkan lobster ini. Beberapa cara untuk mendapatkan lobster ini mulai dari yang sederhana sampai  extrem dilakukan para nelayan Madasari.

Salah satu contohnya yaitu dengan ngeban. Ya “ngeban” adalah sebutan bagi para penangkap lobster di tengah laut bermodalkan keahlian berenang hanya dengan bantuan ban dalam dan baju pelampung. Mereka berenang dengan perlengkapan seadanya ke tengah laut untuk melihat jaring yang telah dipasang sebelumnya. Adegan berbahaya ini sangat tidak dianjurkan bagi yang tidak bisa berenang atau yang tidak punya nyali.

Hasil tangkapan dari jaring itu mereka meraup rupiah dengan menjual lobster hasil tangkapannya. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, ukuran kartu nikah ini layaknya kartu ATM atau kartu tanda penduduk (KTP). Menurutnya, pengganti buku nikah tersebut akan lebih praktis saat dibawa ke mana saja.

"Kita (Kemenag) ke depan ingin tanda bukti seseorang telah nikah tidak lagi menunjukkan buku nikah yang besar, yang susah ditaruh saku dan dibawa bepergian," ujar Lukman Hakim Saifuddin saat peluncuran aplikasi manajemen nikah di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2018), seperti dikutip dari Tribun News. "Kita akan ubah jadi kartu nikah seperti kartu ATM, KTP, dan umumnya yang bisa dibawa dalam saku," lanjutnya.

Terdapat foto pasangan suami istri dalam kartu nikah ini, lengkap dengan kode barcode di bagian bawahnya. Menag menuturkan, pada kartu nikah yang didapat pasangan suami istri tersebut, berisi data pernikahan yang tercatat dalam buku nikah.

"Pemaknaan yang baik terhadap esensi dan substansi pernikahan perlu di-back up dengan sistem informasi yang baik," ungkap Lukman Hakim Saifuddin.

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan keaslian kartu nikah. Pasalnya, data kartu nikah layaknya e-KTP yang tidak bisa dimanipulasi. "Sama saja dengan KTP kan. Makanya sistem aplikasi website ini kita terapkan. Dulu satu orang punya dua tiga KTP karena data penduduk kita belum baik tapi sekarang e-KTP susah orang punya KTP ganda," ujar Menteri Agama.

Sementara itu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Mohsen mengatakan, pilot project kartu nikah baru diterapkan di KUA kota besar di Indonesia. Kemenag, lanjutnya, menargetkan 1 juta kartu nikah pada tahun 2018. Bagi pasangan yang telah menikah, kartu nikah akan diberikan secara bertahap.

"Iya yang baru (menikah) dulu 2018. Kita prioritaskan 1 juta ini. Jadi mereka yang belum mendapatkan kartu nikah dan sudah nikah dan datanya ada, itu bisa mendapatkan kartu nikah," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar

Berdasarkan Surat Kepala BPS RI Nomor B-216/BPS/1000/10/2018 tanggal 4 Oktober 2018, inflasi nasional sebesar 2,88 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional (Pertumbuhan PDB) sebesar 5,15 persen.

Melalui Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8.240/M-Naker/PHI9SK-Upah/X/2018 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2018 per tanggal 15 Oktober 2018, persentase kenaikan UMP 2019 ditetapkan sebesar 8,03 persen.

Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat Tahun 2019 telah diumumkan oleh Gubernur Jabar, Kamis (1/11/2018) yaitu sebesar Rp. 1.668.372,83 dengan kenaikan sebesar Rp. 124.012,16 atau sebesar 8,03 persen dibandingkan tahun 2018 yang besarnya Rp 1.544.360,67.

Kenaikan UMP tersebut ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.1046-Yanbangsos/2018 tanggal 1 Nopember 2018 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Barat Tahun 2019.

MASAWAH – Kamis (08/11/2018) Rapat Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDES) Tahun Anggaran 2018 dilaksanakan di Aula Desa Masawah. Kegiatan yang difasilitasi oleh BPD Desa Masawah dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kasi dan Kaur beserta stafnya.

Dari hasil rapat APBDes Perbahan menghasilkan beberapa item diantarany yaitu untuk Operaional Kantor, Pembangunan SPS TAAM Asy-Syifa, Pembangunan Gang Makam Sembah Sukayatna, Pengadaan Lampu Mercury, Kegiatan Keagamaan Tahun Baru.

MASAWAH – Selasa (6/11/2018) Desa Masawah diguyur hujan, sama halnya dengan wilayah Pangandaran, Jawa Barat kini memasuki musim penghujan. Hari pertama musim hujan dengan curah hujan yang tidak begitu besar menimbulkan TPT di Bebedahan Dusun Babakan mengalami kerusakan.

Meski hujan tidak begitu besar namun volume air sungai tidak bisa membendung TPT Bebedahan sehingga mengakibatkan jebolnya TPT. Diperkirakan tiga hari kedepan hujan masih akan turun.

Menurut  Birin, salah satu Pegawai BPSDA Parigi curah hujan mencapai 201 mm untuk wilayah Kec. Cimerak dan dikategorikan aman.

MASAWAH – Tim Penggerak PKK dan anggota PKK Desa Masawah Kec. Cimerak Kab. Pangandaran melakukan kegiatan pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap bulan sekali.
 
Kegiatan kali ini bertempat di halaman Kantor Kepala Desa Masawah, sebelumnya kegiatan rutin ini dilaksanakan di Pantai Madasari.

Pada kegiatan pertemuan rutin tersebut biasanya dilaksanakan berbagai kegiatan di antaranya adalah bidang kesehatan, Posyandu, kegiatan pemberdayaan perempuan, arisan, dan lain-lain menyangkut PKK demi membantu dalam kemajuan desa.

Muhtar Hidayat

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget